Ibu

Dunia dalam jeda sesaat
Detik berhenti menit membeku jam membisu
Napas tercekat dalam ruang bersekat
Kemudian memburu
Keringat dingin membanjiri kubus waktu
      Aku
Semauku
Manusia yang tak tahu waktu
Hela lega ketika
Telapakmu menyentuh pipiku
Dan kupanggil kau 
      Ibu

 


Oktober 2014

Perfection

"Mr and Mrs Perfect" by Alf Sukatmo. Pencil on paper.

“Mr and Mrs Perfect” by Alf Sukatmo. Pencil on paper.

Oh how perfect your life is
You drove your mercedes
Nice clothes and fancy dresses
You enjoy your spotlight on the media
Smiling face fake laughter
But Sir
Would you care to make other peope life perfect
But Ma’am
Would you care to give a hand to the homeless child
Everyday
You drink on their poverty
Like you drink your cola

Tangerang Selatan. 11/04/2014

Hush.. Jancuk! Shut up!

Hush by Alf Sukatmo. Pencil on paper.

Hush.. Jancuk! Shut up! by Alf Sukatmo. Pencil on paper.

Aku dikhianati oleh tubuhku sendiri
Dengus napas dengan seringai
Cemooh terbaik dari mulutku
Mencela terbelenggunya kebebasanku
Dari sudut ke sudut, aku bergerak
Mencari celah
    Lari!
    Pergi!
Sekali lagi aku dideranya
Mulutku mencibir
Tertawa
Sakit itulah rantaimu, katanya
Hush.. Jancuk! Shut up!
Jangan harap aku mengeluh

 

Tangerang Selatan, 02/04/2014

Layang-layang

Wired Sky by Alf  Sukatmo. Vector Art.

Wired Sky by Alf Sukatmo. Vector Art.

Ibu..
Aku ingin menjadi layang-layang
Kemana arah angin aku kan terbang
Aku akan melihat langit luas membentang
Dan bila angin kencang
Aku akan makin anggun melayang
Ibu..
Janganlah terputus si benang
Karena hidupku akan hilang
Pergi menuju bintang
Atau jatuh bernasib malang
dan hancur diperebutkan orang

Ibu..
Aku ingin menjadi layang-layang

Tangerang Selatan, 25/03/2014

Sepotong cinta dan sekarung ironi

image

Luv..,luv.. by Alf Sukatmo. Vector artwork.

Cinta itu kurang ajar
Aku menginginkanmu itu
Seperti orang kelaparan yang melihat sepiring nasi
Seperti lapar yang terpuaskan hanya untuk kelaparan sekali.
Seperti remaja yang ingin tahu rasanya
Mengharubiru
Dan bangun keesokan hari dengan perasaan letih
Kemudian kita
bersama-sama terbahak dalam sepotong cinta
dan sekarung ironi
Terjebak; sekali lagi

Tangerang Selatan, 23/03/2014

Secarik puisi

image

His thought, by Alf Sukatmo. Vector artwork.

Dia menghadiahi aku secarik puisi
Tepat jam duabelas malam,
    sebelum yang lain memberikan selamat
    sebelum yang lain mengguyurkan apapun yang ada di hadapan mereka
    …bir, air, kopi, telur, tepung
Dia membacanya lirih
    Seperti tepat di telingaku yang setengah mendengar
    …Gaduh
Ada bekas kecup bibir bergincu
Ada air mata di lembarnya
Dia membacanya dengan bibir bergetar
    Seperti tepat di depan mataku yang setengah kabur
    …Setengah mabuk
Dia membaca dengan kesedihan dan sedikit gairah
Sepotong kue dengan lilin menyala seperti harapannya
Sendiri menungguku pulang
Di kamarnya
    Kamar kita

Tangerang Selatan, 22/03/2014