Kota Merah

Tiba-tiba saja dia bertanya
         Apa kabar hujan hari ini?

Dia tahu
         seperti mata air
         air mata pun telah kering
         sejak hujan berbulan-bulan lalu tidak turun
         dan alang-alang yang marah
         hingga setitik bara saja berkobarlah semua
         seperti hati yang menyimpan api
         namun pantang menyebutnya benci

Ya
Bagaimana tentang hujan hari ini?

September, 2018.

“Red City”
Acrylic on notebook paper
Alf Sukatmo. 2018

Advertisements

Lelaki Sore

: di lengkung alisnya kutemukan pelangi

Jalanan macet di depan sebuah pasar
Parkir tak teratur
Suara peluit bersautan dengan klakson yang menjerit
Antrian panjang menjelang lebaran
Daging terbeli dengan berhutang

Matahari terik
Awan pun jauh
Angin seperti mimpi basah di siang bolong
Orang-orang miskin berangan-angan tentang hujan
Orang-orang kaya membeli mimpi mereka

Kulit legam timbul tenggelam di sela-sela barisan mobil
Berlari-lari mengejar yang berhenti
Menata mereka seperti menyusun kotak kardus
Malam takbiran menjelang
Jalan tak juga lengang saat dia pulang

Bola mata telah memerah saga
Keriput wajahnya seperti buku cerita
Anak gadisnya telah menunggu
Seulas senyum dibawanya ke rumah
Mengganti sekantong daging yang urung terbeli

Agustus, 2018

“On watch”
Acrylic on notebook paper
Alf Sukatmo. 2018

Dialog I

“Dialog I”


Kerinduan bisa begitu sederhana
Ia ada dalam hembus angin pagi
Datang bersama embun dini hari
Sambil menyelipkan senyum di bibir yang tertidur

Mungkin, aku pun ada di situ

Senyum

Beri aku sesuatu yang singkat

Sesingkat yang bisa kurindu
Secepat yang bisa kau beri

Seulas senyum
Mungkin, seperti “Smile” dalam hentak bass Yoshihiro Naruse
Atau tangis bila kau bisa

Cepat
Tanpa perlu sebab atau alasan
Sebelum dinding-dinding yang terlalu lama kosong
Mengerang dibawa ajal


010217