Gang Pertama Dari Sebuah Simpang

Bila kau melihat sebuah rumah bercat hijau,
di atas tanah tertinggi dalam gang pertama dari sebuah simpang
yang lebar jalannya mengikuti seberapa luas hatimu

Mampirlah

Jangan sungkan pada belukar di halamannya
Atau alang-alang setinggi dada
Pun semak duri yang mungkin akan menggores betis
dan mengoyak sepatu termahalmu

Penghuninya cukup ramah hanya saja sedikit muram
Kalau kau mau tahu
Kau bisa menyuruh matanya bercerita
Yang kutahu, dia penyendiri yang tak pernah sendiri
Berteman Mioti-Lamo 1 hingga Kanda Badau 2
Juga para raja hingga jelata
      “yang selalu saja datang
      dan tiba-tiba berunding tentang bagaimana cara menyeduh kopi yang benar
      di ruang tamu tak berkursi
      karena tak perlu ada yang ditinggikan atau direndahkan
      bila semua masih sama-sama minum air dan menginjak bumi,”

      kata lelaki itu
Mereka tak pernah pelit memanjakan dengan kisah
jika saja telingamu cukup lebar untuk mendengarnya
karena suara mereka tak lebih keras dari ayam-ayam tetangga

Masuklah

Jangan ragu walau rumahnya penuh dengan gumaman
Senyap seketika ketika ada yang berdiri di depan pintu
Kalau matamu tak membanding-bandingkan
Maka akan kau lihat dinding yang penuh warna
      Mungkin bila kau datang dengan tulus
      kau akan melihat beberapa anak rusa malu-malu menatapmu

Seperti ketika pertama kali aku berteduh,
      “Mereka takut padaku, kau tidak”
Bisiknya saat ia melihatku
Ia tersenyum
Matanya mengerling ke luar rumah
      “Begini kata mereka,”
satu jarinya menunjuk dada
lalu disilangkan ke dahi

Berbulan-bulan kemudian
Tiap datang aku hanya akan ke dalam sebentar
Hanya untuk melihat apakah dia baik-baik saja
Kemudian duduk di depan pintu
sambil mendengarkan saat ia bicara
atau bercerita
Sesekali menjelaskan teori apa saja

Kemarilah

Kau akan melihat si kelabu bermata kuning
      dengan satu kaki belakang yang pincang
      karena seorang anak melemparnya dengan batu
      ketika si bapak yang kehilangan anak ayam aduan
      bilang bahwa seekor kucing memakannya
Dan lelaki yang bicara pada benda-benda di sekitarnya
      tentang bagaimana cara kopi dihidangkan
      atau tentang bagaimana sebungkus nasi menyulut revolusi
      hingga bagaimana meluruskan paku yang bengkok
Akan menyambutmu

November 2017


1. Tokoh utama dalam novel Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa karya Y.B. Mangunwijaya
2. Tokoh utama dalam novel Yin Galema karya Ian Sancin

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s