Membunuh Sepi

Pada ujung doa kuselipkan sebilah belati
      Aku hendak membunuh sepi
      Yang menjadi rentang
      Sehingga aku dan kau lumat digulung rindu
      Tiap pagi
      Meninggalkan wajah kusut seperti selimut
      Kuyu tak puas bercumbu
      Seperti celana yang dipakai tergesa
      Mengejar pulang

Maka, sayangku
Biarkan aku membunuh sepi
      Nanti
      Saat malam datang
      Saat ia mengendap-endap
      Mencari celah mencuriku dari amatanmu
      Agar kau duduk menerawang kehilangan akal
      Bertanya pada bayang-bayangmu ke mana aku hilang
      Sampai kau bosan mencariku dalam celah hati dan ingatanmu
      Kau akan kembali pada tumpukan buku
      Kertas-kertas
      Dan rencana perjalanan
      Seperti itu selalu
      Sesekali bila kembali teringat
      Kau akan mencari peluk
      di antara beberapa kepingan kenangan
      dan peluh
      yang tak akan pernah cukup mengutuhkan keberadaanku
 


24 Agustus 2016

Advertisements

4 thoughts on “Membunuh Sepi

Comments are closed.