Porselen

Sebuah bak mandi
Teronggok saja diamdiam
Putih ia
Serupa kulitmu
Bila ingatanku tak salah
Sering kau bersuci di situ
Setelah malam berbasah peluh dulu
Sekarang ia sering sendiri
Berdialog diam dengan lubang toilet
Yang lebih mirip mulut yang ternganga
Menelan tiap ketololanku dengan sengaja
…Atau…
Hei bukankah ia lebih mirip lubang vagina?

Advertisements